Pacific
Rim
Well
done Guillermo del Toro, film Pacific Rim mu jauh diatas Transformers-nya
Michael Bay hahaha..
Pacific Rim ini benar-benar
menghibur mata menurutku, melihat desain Jaeger yang wah dan Kaiju nya yang
Godzilla look-like, Jaeger nya malah mengingatkan saya dengan para robot tinju di
Real Steel. Bercerita tentang dimana bumi diserang oleh makhluk bawah laut
disebut Kaiju, dan untuk mengalahkan monster Kaiju ini dibuatlah mesin tempur
yang disebut Jaeger, yang mana satu Jaeger harus dikendalikan oleh 2 pilot dan
mereka saling terhubung pikirannya satu dan lainnya. Dan cerita utamanya pada
awalnya berfokus di hubungan 2 pilot pengendali Jaeger legendaris bernama Gipsy Danger yang harus kehilangan salah
satu pilot nya di salah satu pertempuran dan ko pilotnya trauma menghilang
sejak kejadian tersebut. Bertahun-tahun kemudian program Jaeger dihentikan oleh
pemerintah dunia karena dianggap tidak efektif lagi untuk menahan serangan
Kaiju. Akan tetapi pasukan Jaeger yang ada tetap bersikeras untuk menggunakan
Jaeger menjadi pasukan resistensi demi menahan serangan Kaiju. Sisa cerita nya
bisa melihat beberapa pertempuran antara Jaeger dan Kaiju yang mulai menyerang
kota, dan misi terakhir Jaeger menutup “jembatan” penghubung antara dunia
manusia dan dunia Kaiju.
Peran sentral di film ini
ada di Charlie Hunnam (sebagai Raleigh Becket), Rinko Kikuchi (sebagai Mako Mori)
dan Idris Elba (sebagai Marshall Stacker Pentecost). Charlie Hunnam ini aktor
benar-benar baru buat saya, sedangkan Rinko Kikuchi pernah lihat di film apik
yakni Babel dan Idris Elba sudah pernah nonton beberapa filmnya (seperti Thor,
The Losers, Takers, daaaan Prometheus) jadi setidaknya kenal dengan orang yang satu
ini. Malah yang menarik adalah tokoh Dr. Newton Geizler (diperankan oleh
komedian Charlie Day) yang dialog konyol nya serta saling adu argumen dengan Bun
Gorman a.k.a Dr. Hermann Gottlieb (ini seperti nama salah satu penemu Mercedes Benz, Gottlieb Daimler
yang sempat dijadikan nama stadion klub Jerman, Stuttgat). Mereka berdua sebagai
peneliti Kaiju dan berkat mereka, misi terakhir bisa berhasil dan satu laki si sang Hellboy
di di 2 film Hellboy-nya Guillermo del Toro juga ikut bermain sebagai Hannibal
Chou sang pedagang Black Market di
Hong Kong. Dan yang menarik menurut saya justru tokoh Mako Mori kecil yang diperankan oleh Mana
Ashida (dikenal dari film apik Confessions, Usagi Drop bersama Ken Matsuyama,
lalu sempat muncul di serial Nankyoku Tairiku bersama Kimura Takuya) yang hanya
akting nangis hahaha (aahhh ini anak kawaaaii banget).
Secara keseluruhan film ini
bagus dan menghibur banget buat para penggemar Mecha (Gundam, Evangelion, Mazinger dan
lain-lain) yang tiap-tiap Jaeger memiliki spesifikasi tersendiri dan para
penggemar monster pastinya. Sebelum menonton, dilihat dari trailernya sempat
mikir para Kaiju nya ini mungkin seperti di game War of the Monsters, tetapi
ternyata saya salah. Bentuk monsternya tipikal Godzilla tetapi memiliki
beberapa variasi (contoh ada yang seperti King Kong atau ada yang seperti
gabungan Belalang + Kelelawar). Dan akting para pemain cukup bagus, walaupun
akting dari Rinko Kikuchi seperti agak dipaksakan menurut saya. Dan film ini
tidak melulu isinya baku hantam antara Jaeger dan Kaiju, tetapi ada juga
bercerita bagaimana antara 2 pilot Gipsy
Danger saling menyatukan pikiran, persaingan antar pilot Jaeger lainnya.
dan juga kita bisa melihat tingkah polah 2 peneliti Kaiju yang kocak ala mereka
sendiri. Yang disayangkan peran 2 Jaeger lainnya yaitu Crimson Typhoon dan Cherno Alpha
seperti hanya menjadi cameo saja (karena disini malah terfokus di 2 Jaeger yaitu Gipsy Danger dan Striker Eureka). Meskipun bagus dan menghibur, untuk rating dari
Cinemags (yang memberikan rating 9.5/10 untuk film ini) menurut saya masih
terlalu tinggi, 8/10 cukup deh untuk film yang menurut saya tidak perlu banyak
mikir seperti ini hohoho.
